MANADO — Aksi seorang warga yang mengecor celah Expansion Joint atau siar muai di Jembatan Wawuo, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menuai respons resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Langkah spontan yang ditujukan untuk mengurangi risiko kecelakaan itu diapresiasi, tetapi sekaligus memicu penjelasan teknis dari pihak pengelola jalan nasional.
PPK 2.3 Satker PJN Wilayah II BPJN Sulut, Renly Sembiring, menyampaikan terima kasih atas inisiatif warga yang menutup celah di jembatan tersebut. "Kami berterima kasih kepedulian warga yang berinisiatif dan berkepedulian menutup celah di Expansion Joint jembatan, untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan," kata Sembiring dalam keterangannya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa siar muai bukan sekadar celah kosong yang bisa ditutup permanen. Komponen ini justru memiliki peran krusial dalam menjaga kelenturan struktur jembatan.
Fungsi Krusial Expansion Joint yang Sering Disalahpahami
Sembiring menjelaskan, expansion joint berfungsi sebagai ruang gerak lantai jembatan saat dilewati kendaraan. Sambungan ini sengaja dipasang di antara dua bagian struktur untuk meredam pergerakan akibat perubahan suhu, beban kendaraan, dan getaran.
"Fungsi utama untuk menyerap pemuaian guna mencegah beton retak saat struktur memuai karena panas matahari. Meredam getaran untuk membagi beban kendaraan yang melintas agar tidak menumpuk di satu titik. Menjaga usia jembatan guna menghindari kerusakan fatal pada struktur utama agar jembatan tahan lama," ucapnya merinci.
Jika celah ini ditutup rapat dengan coran beton, pergerakan alami struktur jembatan justru bisa terhambat. Akibatnya, tekanan akan dialihkan ke bagian struktur lain yang berpotensi memicu keretakan lebih serius di kemudian hari.
Penurunan Fungsi Layan dan Rencana Perbaikan di Jembatan Wawuo
Diakui Sembiring, meskipun penilaian kondisi Jembatan Wawuo secara keseluruhan masih bagus, komponen expansion joint-nya telah mengalami penurunan fungsi layan. Kondisi ini ditandai dengan celah yang kian melebar, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, PPK 2.3 telah memasukkan Jembatan Wawuo ke dalam skala prioritas penanganan perbaikan. "Kami dari PPK 2.3 akan mengganti dan memasang sambungan siar muai tipe asphaltic plug, yang dalam waktu dekat akan dipasang oleh Penyedia Jasa," ujarnya.
Tipe asphaltic plug dipilih karena dinilai lebih adaptif terhadap pergerakan struktur dibandingkan penutupan manual dengan coran beton. Material ini mampu mengikuti pemuaian dan penyusutan jembatan secara elastis, sekaligus memberikan permukaan yang rata bagi kendaraan yang melintas.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga?
BPJN Sulut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penutupan permanen pada celah siar muai jembatan secara mandiri. Meski niatnya baik, tindakan tersebut berisiko mengubah perilaku struktural jembatan dan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih kompleks.
Jika menemukan kerusakan atau kondisi berbahaya di jalan dan jembatan nasional, warga dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi BPJN atau Dinas Pekerjaan Umum setempat agar segera ditindaklanjuti oleh petugas yang berwenang.