MANADO — Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Seluruh jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS di lingkungan Kodam XIII/Merdeka mengikuti prosesi tersebut.
Tema itu menegaskan bahwa pembangunan karakter dan kepedulian sosial menjadi modal utama mewujudkan Indonesia maju. Kasdam membacakan amanat Menpora di hadapan peserta upacara.
Karakter Manusia Jadi Ukuran Kemajuan Bangsa
Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo menyampaikan pesan Menpora bahwa kemajuan tidak semata diukur dari pembangunan fisik. Kualitas manusia dan kecintaan pada tanah air disebut sebagai fondasi sesungguhnya.
"Kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau kecanggihan teknologi, tetapi berawal dari kualitas manusia, karakter, dan kecintaan terhadap tanah air," ujar Kasdam saat membacakan amanat Menpora.
Melalui amanat tersebut, Menpora mengajak generasi muda untuk berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Setiap elemen bangsa diminta aktif mengembangkan ilmu pengetahuan.
Pengorbanan sebagai Bukti Kecintaan pada NKRI
Menpora menekankan bahwa pengorbanan menjadi bukti nyata kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan itu ditujukan tidak hanya kepada generasi muda umum, tetapi juga prajurit TNI Angkatan Darat.
Bagi Kodam XIII/Merdeka, momentum Sumpah Pemuda menjadi penguat semangat nasionalisme prajurit. Nilai kebangsaan itu diharapkan terus dijaga dalam menjaga keutuhan negara.
Upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Manado menjadi bagian dari rangkaian refleksi kebangsaan di lingkungan TNI AD. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan khidmat.