MANADO — Rapat perdana itu berlangsung tatap muka di Manado dan menjadi agenda resmi pertama bagi tujuh presidium yang terpilih lewat Muswil X di Swissbell Hotel Maleosan. Iskandar Kamaru dan Madzhabullah Ali mengonfirmasi jadwal tersebut, dengan menyebut rapat digelar Rabu (5/11).
Dua pos strategis yang belum terisi adalah Sekretaris dan Bendahara. Berbeda dari pemilihan presidium yang melibatkan 12 Majelis Daerah se Sulut sebagai voters, dua kursi itu sepenuhnya menjadi ranah tujuh presidium terpilih.
Komposisi Pengurus Mengacu Hasil Munas XI KAHMI di Palu
Penyusunan format kepengurusan menyesuaikan AD/ART dengan acuan hasil Musyawarah Nasional XI Majelis Nasional KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, pada November 2022. Presidium mengejar waktu karena pelantikan disarankan MN pada Desember 2026, disusul Rapat Kerja Wilayah.
“Kami mengejar waktu sehingga hanya rehat tiga hari pasca Muswil dan langsung menggelar rapat,” ujar Jifly Adam, Fikry Darise, Firman Mustika, dan Mursidin Mokobombang dalam keterangan yang sama.
Selain pengurus inti, rapat juga menyiapkan pelantikan Dewan Pakar, Dewan Penasehat, dan Dewan Etik. Seluruh komposisi ditargetkan siap sebelum pertengahan November supaya pengurus bisa langsung bekerja.
Nama Kandidat Sekretaris dan Bendahara Mulai Beredar
Sejumlah nama mencuat untuk dua posisi sentral itu. Kandidat sekretaris yang beredar antara lain Roy Asona, Rahmat Adam, Nur Rahma, Idam Malewa, Syarif Darea, Muchammad Burhanuddin, Lanny Ointu, dan Sarwono Nou.
Untuk kursi bendahara, nama Indah Samuel, Michael Tangoy, dan Shinta Saloewa ikut diperbincangkan. Presidium menyatakan seleksi dilakukan lewat serangkaian syarat sebagai kriteria, meski hanya tujuh orang yang akan menentukan.
“Kami akan mencari dua figur di posisi sentral organisasi itu melalui serangkaian syarat sebagai kriteria agar siapa yang jadi pilihan nanti setidaknya mendekati idealnya,” kata Hairil Paputungan, salah satu presidium terpilih.
Hairil menambahkan hasilnya tidak akan sempurna, tetapi presidium berupaya bertindak adil dan objektif. Figur terpilih diharapkan sejalan dengan tujuh presidium, tidak terkooptasi unsur mana pun, dan murni untuk pengabdian organisasi.
Empat dari Tujuh Kursi Presidium Diisi Pendekar Hukum
Tujuh presidium MW KAHMI Sulut terpilih adalah Jifly Adam, Fikry Darise, Madzhabullah Ali, Firman Mustika, Iskandar Kamaru, Hairil Paputungan, dan Mursidin Mokobombang. Empat di antaranya berlatar pendekar hukum dan meraih 4 dari 7 kursi presidium.
Muswil X sendiri berlangsung 30-31 Oktober hingga 1 November dini hari. Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Sulut juga menggelar Musyawarah Wilayah ke-2 pada agenda terpisah, dengan lima presidium MW Forhati terpilih.