SULAWESI UTARA — Pelatih berusia 64 tahun itu buka suara soal absennya para pemain Los Blancos. De la Fuente menegaskan bahwa keputusan ini murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan faktor klub.
Dua nama besar yang paling disorot adalah Dani Carvajal dan Alvaro Morata. Keduanya selama bertahun-tahun menjadi pilar penting di ruang ganti Spanyol, namun harus rela kehilangan tempat di turnamen paling bergengsi dunia.
“Sama seperti saya mendukung mereka selama bertahun-tahun, mereka juga harus memahami bahwa ketika saya mengubah pendapat, saya melakukannya dengan kejujuran dan integritas yang sama,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers.
Pelatih asal Rioja itu mengakui kehilangan dua figur kapten yang meninggalkan warisan besar. “Saya akan merindukan mereka secara pribadi dan profesional karena mereka adalah dua kapten yang meninggalkan warisan luar biasa,” lanjutnya.
Absennya Carvajal bukan satu-satunya kejutan. Bek muda Dean Huijsen yang sempat masuk dalam pemanggilan sebelumnya juga gagal mendapatkan tiket ke Piala Dunia. Alhasil, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang masuk skuad Spanyol di turnamen besar.
Publik sepak bola Spanyol langsung bereaksi keras. Pasalnya, Real Madrid selalu menjadi pemasok pemain andalan bagi La Furia Roja sejak era legenda seperti Raul Gonzalez, Iker Casillas, hingga Sergio Ramos.
Menanggapi spekulasi bahwa dirinya memiliki kedekatan khusus dengan Barcelona atau sebaliknya, De la Fuente dengan tegas membantah. Ia menekankan bahwa status pemain di klub mana pun tidak mempengaruhi penilaiannya.
“Bagi saya, tim terbesar adalah tim nasional Spanyol dan saya tidak melihat dari mana pemain berasal atau asal mereka,” tegasnya.
Pelatih yang membawa Spanyol juara Euro 2024 itu menegaskan hanya mempertimbangkan aspek olahraga. “Mereka adalah pemain Spanyol yang bangga mewakili negara mereka dan saya hanya melihat aspek olahraga. Saya satu-satunya orang di sini yang kepentingannya murni soal olahraga karena saya yang mempertaruhkan pekerjaan saya,” ujarnya.
Meskipun menuai kontroversi, De la Fuente tetap yakin dengan pilihannya. Ia merasa 26 nama yang dibawa ke Piala Dunia merupakan pemain terbaik berdasarkan kondisi terkini.
“Mereka adalah 26 pemain terbaik menurut saya,” pungkasnya.
Keputusan ini menjadi ujian besar bagi Spanyol yang harus membuktikan diri tanpa satu pun wakil dari klub terbesar Spanyol tersebut. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian apakah strategi De la Fuente tepat atau justru menjadi bumerang.