Pencarian

Polri Sita 74 Kg Emas dan Rp 476 Miliar dari Penggeledahan Rumah Mewah Sentul Terkait Tiga Kasus Korupsi

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:49:01 WIB
Polri Sita 74 Kg Emas dan Rp 476 Miliar dari Penggeledahan Rumah Mewah Sentul Terkait Tiga Kasus Korupsi
Polri mengamankan 74 kg emas batangan dan uang tunai senilai Rp 476 miliar dari rumah mewah di Sentul.

SULAWESI UTARA — Kepala Korps Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan barang bukti tersebut ditemukan dalam brankas yang terkunci di dalam rumah. Brankas itu berisi tujuh koper yang menyimpan emas batangan dan mata uang asing.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di lokasi, Kamis dini hari.

Tiga Perkara BUMN yang Dikaitkan

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus dugaan korupsi sekaligus: kasus batu bara di PLN yang disebut memicu pemadaman listrik (blackout) di Sumatera, kasus korupsi PT ASABRI, dan kasus PT Krakatau Steel. Polri menyebut ketiganya tidak berdiri sendiri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan pengusutan ini mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," ujar Budi seusai penggeledahan di lokasi lain di Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Rangkaian Penggeledahan di Dua Kota

Polisi tidak hanya menggeledah rumah mewah di Sentul. Secara serempak, penyidik dari Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya juga menggeledah Cafe de'Clan dan Coin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Lokasi-lokasi itu diduga menjadi bagian dari aliran uang hasil korupsi.

Kasus yang diusut mencakup tiga pasal utama: suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," kata Budi.

Garis Polisi dan Dokumentasi Barang Bukti

Pantauan di lokasi, Kamis siang, petugas Inafis mendokumentasikan pemasangan garis polisi yang melingkari bagian depan dan samping rumah tanpa pagar tersebut. Garis polisi bahkan dililitkan ke patung wanita di sisi luar halaman. Rumah itu kini steril dari aktivitas penghuni selama proses penyidikan berlangsung.

Polri belum merinci nama pemilik atau pihak yang tinggal di rumah tersebut. Namun, temuan emas batangan dan uang tunai dalam jumlah besar—setara dengan nilai proyek menengah—menjadi indikasi kuat adanya aliran dana korupsi dari tiga BUMN yang sedang diusut.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami asal-usul seluruh barang bukti dan mengembangkan jaringan tersangka. Kasus ini menjadi salah satu operasi tangkap tangan dan penggeledahan terbesar Polri dalam setahun terakhir, baik dari sisi nilai barang bukti maupun jumlah perkara yang disatukan.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks