SULAWESI UTARA — Angka partisipasi itu menempatkan IPO RANS sebagai salah satu aksi korporasi paling ramai di pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dari sisi valuasi, saham perusahaan hiburan ini ditawarkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) 28,33 kali dan Price to Book Value (PBV) 5,03 kali.
Model Bisnis Berbasis IP dan Talenta Jadi Daya Tarik Utama
Manajemen RANS menilai valuasi tersebut masih kompetitif. Alasannya, model bisnis perusahaan tidak hanya bertumpu pada industri hiburan konvensional, melainkan juga ekosistem digital berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dan manajemen talenta.
Perusahaan yang berada di bawah kendali Raffi Ahmad ini mengelola produksi konten, media digital, hingga lini usaha kreatif lain yang tumbuh seiring melonjaknya konsumsi konten digital di Indonesia. Jangkauan audiens yang luas dari para talenta menjadi salah satu moat bisnis yang dijual kepada investor.
Struktur Pemegang Saham: Raffi Masih Kuasai 62,93%
Setelah IPO, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sekitar 62,93 persen. Beberapa nama publik figur dan tokoh bisnis juga tercatat memiliki saham, meski dalam jumlah kecil, seperti Nagita Slavina, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, hingga Kaesang Pangarep.
Dana hasil penawaran umum akan digunakan perseroan untuk memperkuat ekspansi bisnis. Prioritasnya meliputi peningkatan kapasitas produksi konten, memperluas portofolio IP, dan menjalin kolaborasi strategis di sektor industri kreatif.
RANS Tutup Rangkaian IPO Awal Juli 2026
Pencatatan saham RANS menjadi penutup rangkaian initial public offering yang berlangsung pada pekan pertama Juli 2026 di BEI. Kehadiran emiten baru dari sektor media dan hiburan ini menambah variasi pilihan investasi bagi pelaku pasar yang ingin bereksposur ke industri ekonomi kreatif dan digital.
Meski demikian, investor perlu mencermati risiko valuasi. Dengan PER di atas 28 kali, harga saham RANS sudah memperhitungkan ekspektasi pertumbuhan tinggi. Realisasi ekspansi dan kemampuan perusahaan menjaga margin akan menjadi ujian bagi kinerja saham ke depan. Investasi mengandung risiko.