KOTAMOBAGU — Sidang Sinode GMIBM ke-60 resmi dibuka dengan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, para kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya, serta jajaran pejabat pemerintah dan majelis jemaat. Kehadiran Wakil Wali Kota Kotamobagu dalam forum tertinggi tata kelola organisasi gereja itu dinilai sebagai simbol penguatan hubungan harmonis antara pemerintah dan lembaga keagamaan.
Evaluasi Pelayanan dan Program Baru Lima Tahun ke Depan
Ratusan peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIBM mengikuti prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat. Dalam sidang periodik yang digelar setiap lima tahun sekali ini, para pemimpin gereja dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis.
Salah satu fokus utama adalah evaluasi menyeluruh terhadap program pelayanan yang telah berjalan selama periode sebelumnya. Selain itu, forum ini juga akan menyusun program kerja baru yang adaptif terhadap tantangan pelayanan gereja di masa mendatang.
Penyusunan arah kebijakan strategis organisasi menjadi agenda krusial lainnya. Kebijakan ini nantinya akan menjadi pedoman dalam menjalankan pelayanan, pembinaan umat, hingga penguatan peran gereja dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah: Gereja Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Pemerintah Kota Kotamobagu dalam keterangan resminya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sidang Sinode GMIBM ke-60. Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta dilandasi semangat kebersamaan dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Pemerintah memandang gereja memiliki kontribusi besar dalam membina kehidupan sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi modal penting menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan sejahtera.
Kolaborasi erat ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat toleransi antarumat beragama sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Target: Keputusan yang Bermanfaat bagi Jemaat dan Masyarakat Luas
Melalui forum tersebut, GMIBM diharapkan mampu melahirkan keputusan yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi organisasi gereja, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Berbagai masukan dari peserta diharapkan menghasilkan kebijakan yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan jemaat serta perkembangan sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah meyakini hasil sidang nantinya akan memperkuat kualitas pelayanan gereja sekaligus meningkatkan kontribusi nyata GMIBM dalam mendukung pembangunan di wilayah Bolaang Mongondow Raya maupun Provinsi Sulawesi Utara. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.