Pencarian

Gubernur Sulut Yuluis Selvanus Resmikan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Talaud dan Sangihe, Bangun Jembatan Hingga Mikrohidro

Rabu, 15 Juli 2026 • 17:00:01 WIB
Gubernur Sulut Yuluis Selvanus Resmikan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Talaud dan Sangihe, Bangun Jembatan Hingga Mikrohidro
Gubernur Sulut Yuluis Selvanus meresmikan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Kepulauan Talaud dan Sangihe pada Selasa (15/7/2026).

TALAUD — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kodam XIII Merdeka resmi memulai Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 di dua kabupaten kepulauan, yakni Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Gubernur Sulut Yuluis Selvanus menyebut kegiatan bertema "Bakti TNI AD untuk Rakyat dalam Rangka Menguatkan Ketahanan Wilayah" ini sebagai wujud kehadiran negara di beranda terdepan NKRI.

“Sinergi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Yuluis dalam sambutannya, Selasa (15/7/2026).

Jembatan, Mikrohidro, dan Sumur Bor Jadi Prioritas

Gubernur merinci sejumlah sasaran fisik yang akan diwujudkan selama program berlangsung. Di antaranya pembangunan jembatan, sumur bor, rehabilitasi rumah ibadah dan sekolah, pembangunan MCK, perbaikan rumah pompa, hingga pembangunan pembangkit listrik mikrohidro.

Selain itu, jalan produksi dan rumah dinas tenaga kesehatan juga masuk dalam daftar prioritas. Yuluis menekankan bahwa seluruh proyek ini dirancang untuk memperkuat pelayanan dasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.

Inovasi Genteng Komposit dari Sabut Kelapa

Yang menarik perhatian, program ini turut mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Gubernur mengapresiasi pemanfaatan sabut kelapa yang diolah menjadi genteng komposit yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan.

“Inovasi tersebut tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah,” jelasnya. Ia berharap terobosan serupa terus dikembangkan demi pembangunan berkelanjutan dan kemandirian daerah.

Nonfisik: Sembako, Bakti Sosial, dan Penyuluhan

Yuluis menekankan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik. Karena itu, ia menyambut baik rangkaian kegiatan nonfisik yang turut dilaksanakan, seperti pembagian sembako, bakti sosial, penghijauan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut Gubernur, kegiatan-kegiatan tersebut akan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan wawasan masyarakat di daerah terpencil.

Kolaborasi Universitas Sam Ratulangi

Karya Bakti Skala Besar 2026 juga melibatkan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang mengirimkan dosen dan mahasiswa untuk berpartisipasi. Gubernur menyebut keterlibatan perguruan tinggi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang penting untuk membangun daerah.

“Pembangunan tidak boleh hanya berfokus di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau daerah kepulauan dan perbatasan yang menjadi beranda terdepan NKRI,” tegas Yuluis. Ia menambahkan bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe memiliki posisi strategis dengan potensi besar di sektor perikanan, kelautan, pariwisata, dan sumber daya alam lainnya.

Visi Pembangunan Merata

Gubernur menegaskan bahwa Karya Bakti Skala Besar 2026 bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan juga membangun harapan masyarakat dan memperkuat kebersamaan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mewujudkan pembangunan yang merata melalui visi “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks