SULAWESI UTARA — Setelah sekian lama hanya wujud konsep sejak New York Auto Show 2024, Genesis akhirnya melepas GV60 Magma ke pasar. Banderolnya bahkan lebih rendah dari perkiraan awal yang menyentuh 80.000 dolar AS. Selisih hampir 10.000 dolar AS dengan Hyundai Ioniq 5 N disebut sebanding dengan ubahan eksterior dan interior yang lebih matang.
Desain Lebih Dewasa, Bukan Sekadar Body Kit
Secara tampang, GV60 Magma memang gagah. Tapi Genesis sengaja menghindari kesan boy-racer yang biasa menempel di mobil sport murah. Grill depan agresif, posisi bodi lebih rendah, dan sayap belakang pendek tetap terlihat elegan berkat desain lampu utama yang rumit dan panel bodi mulus.
Sayang, pilihan warna terbatas: Magma Orange, Uyuni White, Vik Black, dan Makalu Gray Matte. Di dalam, jok depan khusus performa pertama Genesis membalut kabin dengan microsuede dan jok Obsidian Black yang dikontras jahitan oranye. Setir juga sudah dilengkapi tombol khusus untuk mengakses mode berkendara eksklusif.
641 Hp, Mode Drift, dan Simulasi Mesin Bakar
Setiap GV60 Magma dibekali lima mode berkendara: Boost, Drift, GT, Sprint, plus launch control. Yang menarik, SUV listrik ini bisa menyimulasikan suara mesin dan perpindahan gigi seperti mobil konvensional. Fitur itu bisa dimatikan jika pengendara ingin pengalaman listrik murni.
Meski demikian, soal harga, GV60 Magma masih lebih mahal ketimbang Hyundai Ioniq 5 N. Selisih hampir 10.000 dolar AS itu dinilai wajar mengingat posisi Genesis sebagai merek premium. Di Indonesia, belum ada indikasi kehadiran Magma dalam waktu dekat.
Hanya Tersedia di Tiga Negara Bagian
Genesis memulai distribusi GV60 Magma dalam beberapa pekan mendatang. Tapi tidak semua dealer di Amerika Serikat kebagian jatah. Konsumen hanya bisa membelinya di California, New Jersey, atau New York. Strategi ini mirip dengan pendekatan terbatas yang dilakukan beberapa merek performa tinggi lain untuk menjaga eksklusivitas.