SULAWESI UTARA — Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi Kabupaten Jeneponto, momen yang digelar Senin, 24 Agustus 2026 di Aula Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati, menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab semua pihak. Acara yang dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Aspa Muji, Ketua TP PKK Hj. Salmawati Paris, dan Ketua Gugah Nurani Indonesia (GNI) Edwardus Ada ini menggarisbawahi satu hal: anak-anak adalah masa depan yang harus dijaga hari ini.
Lebih dari Sekadar Lomba: Ruang Kreativitas dan Aspirasi Anak
Rangkaian HAN tahun ini tidak melulu soal upacara. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jeneponto menyiapkan beragam kegiatan yang mengajak anak berpartisipasi aktif. Ada lomba mewarnai, kuis Ranking Satu, drama musikal, hingga lomba poster.
Menurut Kepala DP3A Kabupaten Jeneponto, Dr. Farida Mappatunru, kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas dan meningkatkan kepercayaan diri. Ini penting, karena anak yang percaya diri akan lebih berani bersuara.
Suara anak tersebut kemudian disalurkan lewat pembacaan "Suara Anak Kabupaten Jeneponto" oleh Duta Anak tahun 2026. Momen ini menjadi ruang bagi mereka untuk menyampaikan harapan dan pandangan tentang masa depan daerahnya.
Peran Forum Anak: Menjembatani Aspirasi dan Kebijakan
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forum Anak Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, menaruh harapan besar pada Forum Anak. Ia mengajak mereka untuk tidak pasif dan terus mengambil peran di berbagai kegiatan positif.
"Kami berharap anak-anak, Forum Anak Jeneponto dapat terus berperan aktif, menyampaikan suara dan kebutuhan anak, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di daerah," ujarnya di hadapan peserta.
Forum Anak memang menjadi jembatan antara suara anak dan pengambil kebijakan. Dengan adanya wadah ini, kebutuhan anak tidak lagi diwakili sepenuhnya oleh orang dewasa, melainkan langsung disuarakan oleh mereka sendiri. Keaktifan forum ini krusial agar program pemerintah tepat sasaran.
Lingkungan Aman: Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Tugas Pemerintah
Ketua GNI Edwardus Ada mengingatkan bahwa anak membutuhkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang serta ruang untuk mengembangkan potensi. Pernyataan ini selaras dengan penegasan Sekda Dr. Aspa Muji saat membuka acara secara resmi.
"Marilah kita bersama-sama menyayangi dan melindungi anak-anak kita serta memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, berkembang dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Anak-anak adalah generasi penerus dan masa depan kita," tegas Aspa Muji.
Menurutnya, lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman tidak bisa diwujudkan sendiri oleh pemerintah. Peran keluarga, masyarakat, dan dunia pendidikan sama besarnya. "Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, nyaman dan penuh kasih sayang. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang baik dalam tumbuh dan berkembang," lanjutnya.
Komitmen ini tidak berhenti di acara seremonial. Pemerintah Kabupaten Jeneponto memastikan akan terus membangun lingkungan ramah anak agar generasi penerus tumbuh berkualitas dan berdaya saing. Setelah pengumuman pemenang lomba dan foto bersama, pesan yang tersisa adalah konsistensi: melindungi anak hari ini berarti menyiapkan pemimpin masa depan yang tangguh.