SULAWESI UTARA — Meta menyetujui paket insentif khusus agar Mark Zuckerberg tetap memimpin perusahaan dari California selama delapan tahun ke depan. Kesepakatan ini muncul setelah Zuckerberg memberi tahu dewan direksi bahwa ia mempertimbangkan pindah dari negara bagian tersebut untuk menghindari pajak orang kaya yang akan diputuskan pada pemilihan umum November.
Meta mengungkapkan bahwa komite khusus dewan direksinya telah menyimpulkan pentingnya mempertahankan Zuckerberg di kantor pusat California, terutama di tengah periode penuh tantangan yang didorong oleh AI. Keputusan itu tertuang dalam dokumen yang diajukan perusahaan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Zuckerberg sendiri memiliki kekayaan bersih sekitar USD 240 miliar. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia, sekaligus pihak yang paling terdampak jika aturan pajak baru berlaku.
Apa Isi Kesepakatan Meta dan Zuckerberg
Meta akan membuat klasifikasi saham baru yang memungkinkan Zuckerberg menjual hingga setengah sahamnya di Meta untuk membayar pajak tanpa kehilangan kendali voting atas perusahaan. Lewat skema ini, ia bisa langsung menjual 20% saham Class C yang diterimanya, setara 10% dari keseluruhan kepemilikannya di Meta.
Dokumen perusahaan menyebut tujuan kesepakatan adalah agar Zuckerberg terus memimpin Meta dari California dan tetap dekat dengan Meta Superintelligence Labs. Laboratorium AI itu menjadi salah satu prioritas utama perusahaan saat ini.
Proposition 40 dan Pajak Orang Kaya California
Zuckerberg bukan satu-satunya miliarder yang mempertimbangkan hengkang dari California. Sejumlah bos teknologi sudah menghabiskan jutaan dolar untuk melawan Proposition 40, rancangan undang-undang yang dijuluki "pajak orang kaya" dan akan masuk surat suara pada pemilihan umum November.
Jika lolos, aturan ini mengenakan pajak 5% atas total kekayaan orang dengan aset di atas USD 1 miliar, dibayarkan sekali. Dana yang terkumpul akan dipakai membiayai layanan kesehatan umum dan pendidikan di California.
Co-founder Google Sergey Brin, investor Ron Conway, CEO DoorDash Eric Xu, dan miliarder kripto Chris Larsen termasuk pihak yang menolak aturan tersebut. CEO Nvidia Jensen Huang mengambil posisi berbeda: ia menyatakan tidak keberatan membayar pajak orang kaya.
Mengapa Meta Bertahan di Silicon Valley
Meta menyatakan komite khusus dewan direksi menilai kepergian Zuckerberg berisiko besar bagi perusahaan. Markas Meta di Silicon Valley membuat keberadaan CEO di California dinilai krusial untuk mengawal agenda AI perusahaan.
Di sisi lain, potensi hengkangnya Zuckerberg dan dampaknya terhadap Meta juga menjadi ancaman bagi perekonomian California. Perusahaan teknologi besar adalah penyumbang pajak dan lapangan kerja utama di negara bagian itu.
Kesepakatan insentif ini menunjukkan Meta memilih mengunci kepemimpinan Zuckerberg lewat struktur saham, alih-alih membiarkannya menghadapi pilihan antara pajak miliaran dolar dan kendali atas perusahaan yang ia dirikan.