SULAWESI UTARA — Saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia bergerak serentak ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026) setelah harga logam mulia dunia kembali menembus level USD4.100 per troy ons. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan dengan lonjakan 14,13% ke Rp2.100 per saham, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 7,79% ke Rp334.
Berdasarkan data pasar hingga pukul 09.18 WIB, PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) menguat 6,15% ke Rp2.760 per saham. Penguatan ANTM terjadi setelah saham perseroan tertekan dalam beberapa sesi sebelumnya, seiring koreksi harga emas global yang sempat melemah dari level tertinggi.
Reli emiten emas kali ini dipicu oleh lonjakan harga emas dunia yang kembali menembus USD4.100 per troy ons pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan komoditas tersebut langsung diterjemahkan pelaku pasar sebagai sinyal positif bagi prospek pendapatan emiten tambang emas domestik.
MDKA Pimpin Penguatan dengan Lonjakan 14,13%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kenaikan paling tajam di antara emiten emas lain, melonjak 14,13% ke Rp2.100 per saham. Penguatan MDKA jauh melampaui rata-rata kenaikan sektor tambang pada sesi pembukaan.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menyusul dengan penguatan 9,20% ke Rp950 per saham. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 8,28% ke Rp3.670 per saham, sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 8,03% ke Rp1.480 per saham.
Kenaikan harga saham emiten-emiten tersebut terjadi secara kompak, menandakan arus dana masuk yang menyasar sektor logam mulia secara keseluruhan, bukan hanya pada satu atau dua emiten tertentu.
Daftar Saham Emiten Emas yang Menguat Pagi Ini
- MDKA: naik 14,13% ke Rp2.100 per saham
- ARCI: naik 9,20% ke Rp950 per saham
- AMMN: naik 8,28% ke Rp3.670 per saham
- HRTA: naik 8,03% ke Rp1.480 per saham
- BRMS: naik 7,79% ke Rp334 per saham
- ANTM: naik 6,15% ke Rp2.760 per saham
Mengapa Harga Emas Kembali Menguat
Harga emas dunia kembali menembus level USD4.100 per troy ons setelah sebelumnya sempat terkoreksi. Level tersebut menjadi acuan baru bagi pelaku pasar komoditas dalam menilai prospek logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagi emiten tambang emas, kenaikan harga komoditas ini berpotensi mendorong peningkatan margin pendapatan, terutama bagi perusahaan dengan struktur biaya produksi yang relatif stabil. Sentimen tersebut yang tampaknya menjadi pemicu utama aksi beli pada saham-saham sektor ini pagi ini.
Apa Artinya bagi Investor
Penguatan serentak saham emiten emas mencerminkan respons cepat pasar terhadap pergerakan harga komoditas acuan. Investor yang memegang saham sektor ini perlu mencermati apakah kenaikan harga emas dapat bertahan dalam beberapa sesi ke depan, mengingat volatilitas komoditas logam mulia cukup tinggi.
Bagi pelaku pasar yang belum memiliki posisi, penguatan tajam dalam satu sesi pembukaan biasanya disertai risiko koreksi teknikal jangka pendek. Pemantauan terhadap level harga emas global dan arus transaksi asing di saham-saham emiten menjadi kunci untuk menilai keberlanjutan tren ini.