KOTAMOBAGU — Antrean kendaraan di SPBU Kotobangon, SPBU Moyag, dan SPBU Matali mulai terurai setelah pemerintah kota menerapkan pembatasan pengisian tangki. Aturan ini berlaku kondisional selama stok distributor belum kembali normal.
Asisten Bidang Ekbang Pemkot Kotamobagu, Noval C. Manoppo, mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan bukan disebabkan kesengajaan pihak SPBU. Hasil pengawasan di lapangan menunjukkan adanya selisih antara volume pesanan dan jumlah BBM yang dikirim dalam tiga hari terakhir.
Penyebab Pasokan Tersendat di Kotamobagu
“Dari hasil pengawasan kami di lapangan, keterangan dari SPBU, tiga hari terakhir ini pesanan tidak sesuai dengan yang dipesan. Misalnya dipesan 24 ribu liter, yang datang hanya 8 ribu atau 16 ribu liter,” ujar Noval di sela-sela giat pengawasan, Kamis (3/9/2026).
Ketimpangan distribusi itu membuat stok di sejumlah SPBU hanya bertahan hingga siang hari. Padahal, dalam kondisi normal, persediaan biasanya cukup hingga malam hari.
Solusi Sementara untuk Percepat Sirkulasi Kendaraan
“Solusi yang diberikan tadi, SPBU membatasi pengisian tangki kendaraan maksimal 25 liter untuk mempercepat sirkulasi antrean. Ini sifatnya kondisional. Jika sudah normal, maka bisa mengisi sesuai permintaan konsumen,” tambah Noval.
Pemkot Kotamobagu memastikan koordinasi dengan pihak Pertamina tengah dilakukan untuk mengembalikan volume pasokan ke angka normal.
Masyarakat Diminta Tidak Panik dan Menimbun BBM
Noval mengimbau warga untuk tidak melakukan pembelian berulang kali selama masa pembatasan. Langkah ini diperlukan agar kesempatan mendapatkan BBM dapat dirasakan secara merata oleh pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengisian berulang kali jika tidak diperlukan, sehingga kesempatan mendapatkan BBM dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lainnya,” imbaunya.
Pemkot Kotamobagu bersama Polres Kotamobagu dan Kodim 1303/Bolmong akan terus memantau kondisi distribusi BBM di wilayah setempat hingga pasokan kembali normal.