Pencarian

Pakar Nilai Mobil Terbang Tesla Kecil Kemungkinan Diproduksi Massal

Selasa, 20 Oktober 2026 • 14:18:31 WIB
Pakar Nilai Mobil Terbang Tesla Kecil Kemungkinan Diproduksi Massal
Profesor Emeritus Jay Ritter menilai produksi massal mobil terbang Tesla kecil kemungkinannya.

SULAWESI UTARA — Profesor Emeritus Jay Ritter dari Universitas Florida menilai produksi massal mobil terbang Tesla Roadster sangat kecil kemungkinannya meski demonstrasinya tampak meyakinkan. Kendala utamanya bukan soal teknologi, melainkan keselamatan dan tanggung jawab hukum produk. Ritter tidak meragukan keaslian demonstrasi, tetapi mempertanyakan kesiapan kendaraan seberat 2.000 kilogram itu untuk jalanan.

Penilaian Ritter disampaikan dalam wawancara dengan Kantor Berita Rusia RIA Novosti dari Washington. Guru besar di Warrington College of Business itu menyoroti aspek yang jarang dibahas dalam pemberitaan soal mobil terbang, yakni konsekuensi hukum bila kendaraan gagal beroperasi.

Menurut Ritter, kekhawatiran soal tanggung jawab hukum atas produk akan menjadi hambatan besar bagi Tesla. Ia memperkirakan hanya sedikit unit model baru tersebut yang bakal keluar dari lini produksi.

Keselamatan Jadi Penghalang Utama

Ritter menyebut masalah keselamatan sebagai salah satu kendala utama. Ia juga mempertanyakan keandalan kendaraan terbang penumpang yang berbobot sekitar 2.000 kilogram.

"Bagaimana jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana dan seseorang tewas akibat mobil seberat 2.000 kilogram yang jatuh dari langit?" kata Ritter, seperti dikutip dari wawancara tersebut.

Pertanyaan itu menyentuh persoalan yang lebih luas dari sekadar rekayasa. Mobil terbang beroperasi di ruang publik, sehingga risiko kegagalan tidak hanya menimpa penggunanya tetapi juga orang di bawahnya.

Demonstrasi Diyakini Asli, tapi Bukan Jaminan Produksi

Meski pesimistis soal produksi massal, Ritter menyatakan tidak meragukan keaslian demonstrasi mobil terbang Tesla. Baginya, demonstrasi yang meyakinkan tidak otomatis berarti kendaraan siap diproduksi dan dijual ke publik.

Ia juga menyoroti sulitnya memastikan kendaraan baru tersebut cukup andal untuk digunakan sehari-hari. Standar keandalan untuk kendaraan terbang jauh lebih ketat dibanding mobil konvensional.

Pernyataan Ritter menambah daftar pertanyaan yang mengelilingi proyek mobil terbang Tesla. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Tesla mengenai rencana produksi maupun sertifikasi kendaraan tersebut.

Jalan Panjang Menuju Sertifikasi

Di banyak negara, kendaraan terbang penumpang harus melewati proses sertifikasi tersendiri dari otoritas penerbangan sipil. Proses ini mencakup uji struktur, sistem kendali, hingga prosedur darurat.

Untuk pasar Indonesia, regulasi kendaraan terbang penumpang juga belum matang. Otoritas penerbangan sipil baru menyiapkan kerangka aturan untuk kendaraan udara otonom dan eVTOL dalam beberapa tahun terakhir.

Tanpa kepastian sertifikasi dan kerangka tanggung jawab hukum, produksi massal mobil terbang Tesla masih jauh dari kenyataan. Penilaian Ritter memberi gambaran bahwa hambatan terbesarnya bukan sekadar mesin yang bisa terbang.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks